Rabu, 04 November 2009

-cerpen tak berjudul-




_Surabaya 11:30 AM_

Ara Sibuk menata baju dan peralatan kedalam tas ransel

“Aku berangkat nanti sore dengan kereta jam setengah 3” kata Ara kepada Ella teman sekamarnya tanpa menoleh. “Hmm..” jawab Ella acuh tak acuh. “Semua sudah kau periksa Ra?” Tanya Ella kemudian. “Aku rasa sudah, coba ku cek lagi” …… “semua peralatan untuk wawancara sudah siap. Apa medannya sulit??” Tanya Ella. “Lumayan..masih bisa dijangkau dengan sepeda motor”. Jawab Ara..



_Kereta Penataran 4:30 PM_

mungkinkah..BIla ku bertanya..pada bintang-bintang, dan bila…kumulai merasa..bahasa kesunyian. Aku…dan semua..yang terluka..Karena Kita…Aku…kan menghilang..dalam pekat malam. Lepas kumelayang.. BIarlah kubertanya pada Bintang-bintang tentang arti kita..Dalam mimpi yang sempurna…” Suara pengamen yang bersemangat sekaligus penuh penghayatan di kereta yang sesak ini. Sejenak mengantarkan Ara dalam lamunan. Diliriknya penumpang disebelahnya yang sepertinya sedang bertelepon dengan kekasihnya. Suara khas dari kereta ekonomi terdengar disana-sini. Penjual Es, Penjual makanan kecil,buah, sampai peralatan rumah tangga lengkap disini.

Aku ada disini.
bersama sejuta wajah yang menggambarkan berbagai ekspresi.
Namun yang kucari hanya satu rona.
kamu!


“Cuma seribu mbak..” suara penjual membuyarkan lamunan Ara. Sejenak bingung dengan maksud si penjual yang matanya berbinar penuh harap. Penjual hanya menunjuk tali rambut yang tadi di lemparkan kepangkuan Ara tadinya. Ara hanya tersenyum dan mengeluarkan uang dua ribu rupiah. “Ada yang warna hijau pak?” Tanya Ara. “Tentu ada mbak..” jawab penjual itu, kali ini dengan semangat. Mungkin aku belum butuh ini, tapi mata binar penjual membuat Ara berpikir.. “Ahh..rejeki anak dan istrimu lah pak..

_Malang Kota 9:30 PM_

Hotel kecil di daerah sekitar kantor Pemkot Malang yang dipilih Ara untuk menginap. Bukan karena apa, karena hanya Hotel ini yang bisa dijangkau dengan jalan kaki dari stasiun Kota karena malam ternyata sudah larut untuk kota ini. Kereta ekonomi yang luar biasa lama saat tidak terjadi masalah, lebih tambah lama karena ada masalah dengan lokomotifnya ditengah perjalanan mau mencapai Stasiun Lawang. Dan sekarang disinilah dia, Malang…

Dingin menghentak diluar
Dingin merayap didalam
Angin berlarut membawa beku
Disini..
Dihatiku


Ara menghembuskan nafas panjang. Setengah jam dia memeras otak untuk mulai menulis sesuatu di notebook yang dipengangnya. Dan hanya penggalan kata itu yang mampu ditulisnya. Ditutupnya notebook itu. Diraihnya kamera yang dia bawa, dibersihkan lensanya. “Aku harus minta maaf pada Ella sepulang dari sini”, batin Ara. Sebenarnya tak ada unsur pekerjaan perjalanannya kali ini. Ara hanya ingin pergi dari hiruk pikuk kota. Sejenak melepas penat, dan sendiri. Hunting foto dan kalau mujur, dapat bahan untuk dijadikan uang.
Beberapa bulan ini Aga menghilang lagi. Entah kemana, seperti di telan bumi. Ara bisa saja mencarinya..tapi tidak kali ini. Tidak waktu ini. Karena kali ini bukan yang pertama. Hingga Ara percaya lelaki satu ini punya ilmu menghilang layak di film-film Indonesia masa lampau. Saat ini Ara memilih untuk menyendiri saja. Meski Ara tau, hatinya tak pernah mau sendiri. Selalu ada dia yang menguasai dan menyeruak dalam segala emosi. Tidak tau apa yang dicari, dan selebihnya hanya kesempatan dan waktu luang yang membawa langkahnya ke kota ini.
Ditariknya selimut rapat-rapat..malam semakin dingin..tapi lelah membuatnya terlelap dan menghanyutkannya dalam mimpi. Dan dalam mimpi itu Ara tak henti tertegun.. “Kenapa kau juga ada dalam alam ini Ga?”.

_Perjalanan 8:00 AM_

Angkot ke daerah Gadang mudah sekali diperoleh dari hotel tempat Ara menginap. Sekitar 45 menit sampailah dia di Gadang. Setelah menimbang, Ara memilih untuk booking ojek untuk perjalanan selanjutnya. Karena dia tak mau kehilangan momen-momen yang mungkin dia temui dalam perjalanannya terlewat begitu saja tanpa terabadikan dalam kameranya. Setelah tawar-menawar yang cukup alot. Sudah menjelang sore saat dia tiba di tempat tujuannya karena harus berhenti beberapa kali untuk mengambil foto dan Sholat Dzuhur.

_Pantai Bale Kambang 3:30 PM_

..Bale Kambang… sebuah wisata pantai di Malang selatan. Setelah membayar Ojek , Ara larut dalam suasana pantai yang syahdu kala sore hari. Tak menyia-nyiakan kesempatan, beberaba view jadi objek kameranya. Ombak sudah mulai meninggi..hingga Ara memutuskan tak langsung bermain air pantai dan memutuskan untuk menyewa salah satu kamar untuk menginap di pinggiran pantai Bale Kambang itu. Malam harinya, sambil menikmati Jagung bakar dan secangkir kopi, disertai angin pantai yang semilir serta dimeriahkan musik-musik rege dari Tape yang dibawa rombongan anak-anak muda. Masih sangat muda, mungkin baru kuliah semester awal-awal. “Ahh..dulu tak ada waktu untuk tamasya aku saat seumur mereka” batin Ara. Tersenyum mengingat masa lalu lalu meneguk nikmat kopi hitam dari cangkir usang.

Suasana pantai yang jauh dari deru mesin dan asap sangat terasa nyaman, musik..tawa canda…ada yang bercengkrama, ada yang bermain-main dengan anak tercinta, dan juga..ada yang bertengkar dengan kekasihnya. Ara hanya tersenyum kecut, iri..mungkin itu yang ada di hatinya.

Aku berada di ujung tanah pijakan
Sedang menatap dua alam
Semuanya berdendang
Dan aku hanya terdiam


“Aga..” lamat-lamat bibir Ara mengucapkan nama itu. Bagai kan sebuah mantra yang dilafalkan. Diiringi genderang yang bertabuhan dalam hatinya. “Saat sendiripun kenapa hanya nama itu yang Aku ingat?”. “Mau beli Gelang nak?” suara nenek yang membuyarkan lamunan Ara. Dilihatnya barang yang dijajakan nenek tersebut. Pernik-pernik yang khas pantai. Lumayan untuk oleh-oleh balik ke kota. “Sendiri saja nak?”,Tanya nenek itu kemudian. “Iya nek.., nenek juga? Tidak ditemani cucunya?” tanyaku iseng. Lalu entah bagaimana mengalir setetes air mata dari mata tua itu. “Nenek hanya punya suami nak…dan 2 minggu lalu dia sudah pergi mendahului nenek”. Kata nenek itu. Rasa bersalah menyeruak dalam hati Ara, refleks tangannya memegang tangan perempuan tua itu. “Maaf nek…seharusnya saya tidak lancang bertanya” kata Ara dengan nada yang dia harap terdengar tulus. Hanya senyum mengerti yang disuguhkan nenek itu..lalu berkata dia, “Padahal biyen wes tak pesen…bah aku ae yang mangkat duluan, bah aku gak dewean..eeelah dalah…malah aku ditinggal disik-an, tapi urip mung sedelo, mengko mesti ketemu nang suargo” (Padahal dulu kubilang biar aku dulu yang pergi..ee…malah pergi duluan. Tapi hidup kan hanya sebentar..nanti juga aku ketemu lagi diSurga). Ara hanya tersenyum, masih merasa bersalah. “Kau sudah punya pacar to nak?? Wess…mugo-mogo entok jodo koyok nenek sama kakek biyen..sampe tuek gandengan tangan, sampe royokan teken” (kau sudah punya pacar nak? Semoga dapat jodoh seperti nenek dan kakek dulu, sampai tua bergandengan tangan bahkan sampai berebut tongkat). Kata nenek itu sambil ganti memegang tangan Ara. Dan mendengar do’a nenek itu..hati Ara langsung dingin..membeku...dan bayangan Aga yang menguasainya kabur terusik, seakan malu.

_Pantai Bale kambang 5:30 AM_

Telah kucari kau sampai ujung langkahku
Telah kutunggu kau hingga lupa waktuku
Kuteriakkan namamu disegala penjuru
Kutulis tanda-tanda disegala pijakku
Kuganggam semua janji hingga jadi belenggu
Nyata kau tak pernah Jauh dariku
ada disini,
Dekat sekali
Hanya saja kau tak pernah tau


Ditutup notebook itu, lalu berlari Ara menentang angin dan gelombang di pantai itu. Kali ini dibiarkan airmata yang ditahan lama sekali..tak ada nama yang bisa dia teriakkan. Tak bisa dia tulis huruf-huruf itu dipasir pantai. Dadanya bergemuruh, lalu tubuhnya luruh..

Setelah semuanya tenang, buru-buru kembali dia ke kamar penginapannya, diraihnya Hp..lalu dipencet no yang sangat dia hafal. “Aga..kita harus bicara” hening…

_1 Tahun kemudian, Malang_

Malang, kali ini aku kemari dengan segala kebebasanku. Dibuang daun yang baru ditulisi itu ke pinggiran kota ini. Terbawa angin. Ara tersenyum..kemudian melangkah pasti.


-Based on true story-


Ps:

- Nama tokoh diambil dari 1000 nama bayi punya ibu-ibu hamil di kantorku. (Kakakakks…Semoga kelak..lahir selamat, jadi anak-anak yang Sholeh maupun Sholehah. Amin..)
- Aku bingung ngasih judul apa… Ada yang punya Ide????

Rabu, 28 Oktober 2009

Mengingat…




(rumus mengatasi masalah dari orang yang lagi streesss!!! Boleh ditiru…tapi jangan ditertawakan. Namanya aja juga lagi streessss…sumpahin stress juga lho…he… Hanya untuk membuat negeri Aathena-ku ini berwarna lah….daripada mati suri).


Siaaappppp??????!!!!!?????

Pernahkah kalian merasa terjebak dalam suatu masalah dan merasa tidak menemukan jalan keluar? Atau mempertanyakan “Kenapa ini terjadi padaku?”. Ato tersesat di kota saat jalan-jalan dan hanya bawa uang pas? (hhehehehe…) hmm…aku sih ngaku ajah…sering banget kek gitu…

Saat semua masih begitu membelitku (masalah -red-) kadang aku seperti kehilangan semangat. Diam adalah reaksi pertama, air mata adalah reaksi kedua (ini klo masalah berat lho ya….jangan salahkan kami..dia keluar dengan sendirinya. But thank’s to Allah.. yang menciptakan air mata untuk meluapkan emosi hingga bisa menguap). Tapi ada hal yang mungkin bisa aku bagi… “Mengingat” .

Dengan mengingat..minimal kita secara tidak langsung mensugesti diri kita untuk tenang, mengajak untuk menelaah pikiran kita, membuat otak kita untuk menganalisa masalah kita. Dan yang paling penting.. membuat jalan keluar bagi masalah yang dihadapi tersebut. Bagaimana bisa?????

MMmmm…(penulis lagi berpikir juga bagaimana menerangkannya dalam kata-kata..hohoho…), mungkin dengan cerita lebih gampang ya… secara gak sadar nih, setelah reaksi bodoh (diam dan syukur banget klo bisa nangis) biasanya aku mematut diri di kaca lalu berkata pada diri sendiri.. “Ok! Apa yang terlewatkan olehku?” entahlah.. coba saja lakukan apa yang aku lakukan. Tapi ini lumayan membantu..karena setelah itu, biasanya aku mulai menenangkan diri dan mengingat-ingat semua hal yang berhubungan dengan masalah yang aku hadapi. Pertama mungkin hanya potongan-potongan memory..bisa berupa kata-kata, bisa berupa suatu reaksi atas kejadian, bisa berupa sms, bisa berpa benda, bisa berupa cerita orang, bias lagu, bisa berupa apa saja! (ingat..apa saja!). Nah, yang perlu kita lakukan adalah merangkai potongan-potongan itu menjadi suatu jalinan jalan cerita. Gapapa kalo kamu punya beberapa ide atas cerita itu. Tampung saja! Alangkah lebih manjur kalau kamu punya intuisi yang bagus (macam cenayang ajaaa….hahahaha!! =D).

Setelah kau merangkainya.. cari apa yang hilang.. meminjam satu bait dalam puisiku yang juga pernah aku jadikan status di Fb.. “..mengingat.. yang terlewat dan teringkari olehku”. Jadi sesuatu yang hilang itu bisa juga karena ada yang memang kamu tidak tahu, dan kemungkinan juga sebenarnya kamu tau..tapi kamu mengingkarinya, kamu tak ingin mengingatnya, kamu terlalu sakit untuk mendengarnya. Jangan ditolak..Hilangkan rasa tidak mau disalahkan. Toh..yang nyalahkan kan diri kita sendiri..bukan orang lain. Jadi gak usah malu donk.. tapi ingat!!!! Jangan juga selalu menyalahkan diri sendiri.

Sudah INGAT???? Klo sudah…(bisa saja kau ingat 1 ato 2 hal.. tapi jangan lebih dari 3) bisa bingung lagi ntar… (ckckckcck…)

Langkah selanjutnya adalah cari jalan keluar!!! Klo bahkan kau tak bisa mengungkapkan apa yang kamu ingat. Jalani !!, maafkan dirimu.. cintai rasamu..karena dengan itu… kau bisa menjalani harimu esok hari. Semakin kau menentang apa yang kamu temukan..sebagian darimu akan hilang diri, gak control, frustasi. Akhirnya…stress2 juga… So… What’s the problem with this??? I just feel.. and that’s fell not compromise with me. Hhhh……. Tambah stresss???? Aku sudah..jadi giliranmu. :p

Boleh teriak gak??????


NB:
Baru tau juga macam gini ada di bukunya Dan Brown “Malaikat dan Iblis” hohoho….(jangan2 terinspirasi dari akyu…gubrak!!)

Selasa, 20 Oktober 2009

HApe…oh..HApe…




Iya sayang…, nanti abang jemput deh. Pake apa? Ya…pokoknya romantis gitu. Kamu jangan lupa dandan yang poll ya?? Kemana? Mm…kamu maunya kemana? Ke Mall? Aduh, kurang asyik…gak romantis. Bagaimana kalau ke pasar malam aja?

Hiyaaa…hahaha… (cerita hanya rekayasa, tanpa bermaksud apapun. Just joke…!!!)

Pemandangan seperti ini gak jarang kita temukan sekarang. Di pinggir jalan.., di manapun. Sekarang kita tahu kenapa harga onkos becak semakin mahal. Memang sih, becak gak pake bensin. Tapi…alasannya ada ajah. Dari mulai harga bahan pokok naiklah..biaya sekolah anak semakin tinggi (sungguh yang demikian sangat amat bisa diterima), nah… kalau yang ini??? Kalo ini mah.. alasannya gini kali ya??? “buat beli pulsa mbak..ato..sekarang internetan lewat hape per Kbyte aja berapa mbak? Abang kan juga pengen gaul. Punya pesbuk gitu.., ongkosnya dinaikin dikit yach..buat beli pulsa” kakakaks….

Nah..ada orang yang bilang “Kamu berhape, maka kamu ada”. Coba aja matiin hapemu 2 hari ajah.. haduh..1 hari bahkan setengah hari aja, orang pada teriak2 macam kita ngilang 1 tahun aja. Alat komunikasi yang namanya hape ini memang luar biasa. Dalam satu tahun. Macam-macam hape keluaran terbaru bermunculan. Bikin ngiler aja…. Dari mulai yang type hape musik, hape kamera..multimedia, hingga Cuma menang di modis aja.

Aku sampe heran..ini dari kapan sih yah hape ini booming. Keknya dari tahun 2002 pas aku awal-awal masuk kuliah dulu. Jaman itu…aku gak ada hape. Secara, buat makan aja ngirit banget. Saat itu, hape Nokia 3310,3315 dan Siemens type C55 masih sangat berjaya..(betul!betul!betul?). Hanya saja, telpon kos2an masih jadi tumpuan harapanku. Masih rebutan ngangkat telpon kos kalo dia bunyi. Padahal sumpah…bunyi telpon kos gak merdu sama sekali. Sangat memekakkan telinga. Ha…ha…ha… tapi rasa-rasa, seneng banget klo ada yang teriak… “ASFAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!! TELLPOOOONNNNNNNNN!!!!!!” (hore…!!padahal Cuma orang-orang itu juga yang nyari aku. Gak penting serasa)

Masih teringat masa itu, aku sangat merana waktu beli makan di pasar.. bapak penjual martabak sudah pegang hape. Telpon sana sini…huks! Aku kapan punya??? Ah…akhirnya keadaanlah yang membuatku berpikir aku harus punya hape. Sungguh malang waktu itu, dari satu angkatan kuliah dulu.. hanya beberapa biji saja orang tak punya hape macam aku (silahkan bersorak…hhhhuuuuuuuuu,,,,,). Secara, pengkaderan jaman itu sangat membuat segalanya ribet, menyebalkan, dan sangat menyedihkan. Semua mesti cepet..mesti penuh koordinasi dan komunikasi yang faster (halah lebay!). Intinya…, Asfa sering jadi orang goblok yang gak ngerti apa-apa…yang gak ngerti ada apa…yang ketinggalan berita, tugas, dan sebagainya…gara-gara GAK PUNYA HAPE!!! Sungguh keadaan yang menyebalkan.

Semester 3 waktu aku udah mulai kerja paruh waktu, sedikit demi sedikit uang yang aku dapatkan akhirnya jadi sebuah hape perdanaku Siemens A52. hahahha….ceita tentang hape perdana ini,cukuplah aku simpan sebagai kenangan buruk sekaligus lucu-lucuan untuk orang laen.
Nah sekarang, keknya gak umum klo orang gak punya hape…pengamen…tukang jualan cendol, tukang becak…bahkan hape anak buahku aja merk beri-beri itu loh.. (Syett dagh!!). Alhamdulillah…semua jadi lebih mudah, Silaturrahim lebih terjaga. Tapi…, kadang aku ingin bilang ke hape ku ini.. “Pink...Doreng…karena kalian nih aku heppy! Tapi karena kalian juga nih..Aku kadang jadi bengong…bengong…dan bengongggg :p” (gak menemukan kata yang lebih ceria dari pada bengong).

Aku hanya berharap..bagi sebagian orang yang kukenal baik.. aku bisa menjadi ungkapan. “Aku akan ada, meski aku tak berhape”.

PS:

-Photo di Shoot pake my Pink KC550 di depan Kos

Rabu, 14 Oktober 2009

Dari Tepi Jalanku



Ku ulang lagu itu berulang kali.. lagi..dan terus lagi. Sampai aku merasa bahwa semua memang sudah pada tempatnya. Entahlah.. kucari lagi lagu lain di MP3 ku, tema yang sama, berharap membuatku semakin yakin bahwa ini memang seharusnya. Tak ada nada yang menggambarkan dengan persis perasaanku saat ini. Terlalu dangkal, sedangkan bagiku semua terasa dalam. Semua mengambang pada pertanyaan yang sama. Hingga aku menyerah pada semua irama.

Lalu aku mencoba mendengarkannya dengan menyusuri lorong-lorong kota ini. Mencari sesuatu yang mungkin bisa kubandingkan untuk membuatku paham. Aku hanya berjalan..terus..dan terus. Sekali aku hentikan langkah dan menepi untuk mengamati. Aku hanya melihat hal yang sama. Dalam sepi…dalam keramaian..semua berbayang serupa. Kusandarkan pada bahu sahabat kepalaku yang lelah berfikir.. “kau harus terima”, katanya. “Bukankah aku sedang menerimanya?”, tanyaku dalam hati.

Kembali kuulang cerita demi cerita yang telah aku lalui. Kesimpulanku tak menemukan ujungnya. Aku masih hilang tak bermakna. Kujejakkan kaki untuk berlari..,aku letih. Ini aku Tuhan..ada dan bernafas. Harus kuhadapi! Konsenkuensi pemikiranku sendiri yang mempengaruhi segala alamku. Inilah ritme-nya..inilah nadanya…semua sudah sesuai irama..(benarkan?).

Kini aku menepikan langkahku, mengamati langkahmu yang indah terperi. Kupinjamkan sayapku untukmu. Hingga hilang letihku nanti, pastikan kau disana, dan saksikan aku melangkah lagi..

Ps: //

Terinspirasi sebuah perjalanan malamku menyusuri gang-gang kecil di kota Malang (29 September ’09) dan sebuah lagu yang seharian ini berulang kali aku dengarkan.


Thx for all that inspired this posting…

And friend who worried about me..(tenang…aku bawa KTP, Uang, ATM, dan memastikan Hapeku terisi kok) ^_^

Selasa, 13 Oktober 2009

Cerita dari Negeri India




Hi fafa, Assalamu’alaikum.. I’m in Indonesia for 20 days. Can u come to Surabaya? I want to see..u, if u see this message please reply at my number 0857******* ” (message at Yahoo Messanger at 5 Oct 2009).

Week end (Minggu, 11 Oktober 2009) akhirnya kami bertemu setelah berteman lewat dunia maya selama kurang lebih satu tahun. Situs pertemanan-lah yang mempertemukan kami pertama kali dan selanjutnya kami berkomunikasi lewat YM. Selain tentang budaya, kami juga sering sharing dalam hal pekerjaan. Dan sering dia bercerita tentang Negara-negara yang sering dia kunjungi. Kunjungan ke Indonesia kali ini adalah kunjungan keduanya. Sejak sekitar satu setengah tahun yang lalu dia ke Indo untuk menghadiri pernikahan sepupu dekatnya yang kebetulan dapat orang asli Surabaya.
Banyak sekali hal yang kami obrolkan, dari mulai Shahrul Khan sampai Mobil. Ga tau..pokoknya nyrocos aja.. meski dari 100% apa yang dia bicarakan 50 % nya saja aku bisa nangkap. Sisanya improvisasi (Busyet dagh!!).

India adalah Negara yang gak jauh beda sama Indo dalam segi kehidupan masyarakatnya. Disana,yang kita kira adalah Negara tarian kayak di film-film India yang sering kita tonton. Ternyata hanya punya 1 jenis tarian asli yang aku sendiri susah menyebutnya. Hampir ada 43 bahasa di India tanpa ada bahasa persatuan. Kali ini kita boleh berbangga dengan Indonesia karena Bahasa persatuan kita “Bahasa Indonesia”. Mungkin kita bisa bilang India adalah Negara miskin, tapi menurut teman saya ini biaya hidup disana jauh lebih mahal daripada disini. Bagi dia di Indonesia semua murah kecuali harga Mobil. Dubai adalah kota untuk mengadu nasib bagi orang India macam Jakarta untuk Indonesia. Disana kau tidak akan menemui orang Chinese berseliweran di Mall ato tempat umum macam Indonesia. Disana populasi terdiri dari orang India tentu saja, Afganistan dan Sudan. Kebanyakan orang yang tinggal dikota menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan mereka. Yach..kembali lagi. Tak ada bahasa persatuan, jadi bahasa internasional yang mereka pakai. Hanya kain Sari-lah yang menurut dia sesuatu yang khas dari India. Dan selain Taj Mahal, dia kebingungan menyebutkan tempat mana yang mesti kita kunjungi saat mungkin suatu hari nanti ( Mungkin! Ini Mungkin…) kita kesana. Tentu saja kesempatan sekali mempromosikan tempat2 indah di negeri kita…Bunaken..Bromo…Danau Tiga Warna..Sikuei…Bukit Tinggi… Bali..dan tentu saja “KERTOSONO”.( gak boleh protess!!! :p)
Karena teman saya ini adalah orang bisnis, seringkali dia berkelana dari satu Negara ke Negara lain.antara lain Malaysia..Singapura, Brunei, Thailand, dan Saudi. Menurut dia Negara yang paling teratur adalah Negara Singapura. Dan yang paling buruk adalah Malaysia..(ha ha ha!!! Silahkan tertawa bersamaku).

Inilah sebagian conversation kami saat itu yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia tentunya:
Fa : “Bagaimana pendapatmu tentang Indonesia?” (=>>klasik banget bo’!)
Thahir : “ Aku suka! Sebenarnya tak banyak perbedaan antara Indonesia dan India, suasananya hamper mirip. Jadi aku gak perlu terlalu banyak menyesuaikan. Tapi disini orang-orangnya baik, lebih ramah”
Fa : “ Wah..terima kasih, kau sudah lebih seminggu disini. Sudah kemana saja?”
Thahir : “Tak Ada, hanya Mall..”
Fa : “ hampir 7 tahun aku tinggal di Sby, aku rasa kau lebih mengenal Mall disini daripada aku”
Thahir : “Ha..ha..ha.. habisnya aku gak tau lagi mau main kemana di Sby ini”
Fa : “ Yach… bisa dimengerti. Kenapa tidak mampir sebentar ke Bali atau kemana..gitu”
Thahir : “ Ndak..saya sedang tidak ingin berjalan-jalan”
Fa : “oo…”
Vina : “ Apa bahasa India-nya “selamat malam?” =>> (Gubrak!!!)
Thahir : “ha…ha..ha..ha…!!! kau mau bahasa apa? Di India ada kurang lebih 43 bahasa”
Fa dan Vina: “ Busyett dach!!!, pake aja bahasa yang dipke di film2 India”
Thahir : “ bukankah di Film juga kebanyakan pake bahasa English?”
Fa : “ Kalian punya bahasa Hindi bukan?”
Thahir : “Disitulah kelemahan kami, kami tak punya bahasa persatuan seperti bahasa kalian”
Fad an Vina : (Tersenyum berpandangan penuh kebanggaan)
Thahir : “ Jangan sampai datang ke India tanpa tujuan dan alamat yang jelas, dan jangan jadi backpacker disana. Dijamin kalian akan hilang.”
Vina : “Apa yang paling kau sukai dari Indonesia?”
Thahir : “hmm… Indonesia adalah Negara Islam terbesar”
Fa & Vina : “ Wiewwww??? Bukankah Negara Islam terbesar itu Saudi?”
Thahir : “ No! Saudi memang Negara Islam, tapi populasinya sangat kecil. Sedangkan Indonesia, meski bukan Negara Islam secara pemerintahan, tapi populasinya sangat besar dengan persentase Muslim hampir 90%”
Fa dan vina : (mantuk-mantuk)
Fa : “ dari semua Negara yang pernah kau kunjungi, mana yang paling tidak kau sukai?”
Thahir : “ Malaysia”
Fa : “ Kenapa? Bukankan disana fasilitas lebih bagus dari Indo?”
Thahir : “ Kau tak akan pernah merasa aman berjalan-jalan di Malaysia, banyak pencuri..pembunuhan, perampokan dengan senjata tajam dan sebagainya”
Fad an Vina : ‘Pantesss….ha ha ha!!!”
Thahir : “Hmm?? Knapa?? (bingung)”
Fa & Vina : ‘ Oh… nothing” (Sigh…)
Fa : “ Bagaimana bisa kau sampai ke Negeri ini, pasti ada cerita di balik itu”
Thahir : “ nenek buyutku adalah orang asli Bangil. Dulu dia adalah seniman dari Indo yang hijrah kesana”
FA and Vina : “ kakakakakaks!!!!”
(Tapi selebihnya dia adalah orang Asli India dengan segala ciri yang mereka punya, termasuk menggelengkan kepala dan tangan saat bicara. He.he.he…:D)

** percakapan yang laen males ngetik, kan udah dirangkum**



Selebihnya kami ngobrol tentang Shahrul Khan dan tentu saja aku banggakan artis yang gak kalah keren dari Shahru Khan Aa’ Ariel!!!! Ho…Ho…Ho…(HOREEEE!!!!) setelah acara makan dan foto-foto kami berpisah dengan janji bahwa suatu hari akan bertemu lagi. Karena ternyata temanku yang satu ini akan mendirikan Resoran India di Surabaya dengan Taste yang Asli India. Hmmm…tak sabar mencicipi…apalagi gratis!!! Kakakaaks…(tetep…)’

PS : gambar diambil dari www.kosmo.com

Rabu, 07 Oktober 2009

“Kau kuat, Lebih dari yang kau tahu”




Pagi ini aku melihatnya lagi ( Flyover Arjosari, Malang 06:43 AM)… pemandangan yang selalu membuatku tersentuh. Kali ini mereka bersenandung sambil mengayun-ayunkan tangan mereka yang bergandengan. Lalu mengecuplah sang anak kepada tangan bapaknya, dan di kecup sayang pula tangan mungil itu oleh bapaknya. Indah…

Kalau kau merasa dunia sedang tak bersahabat saat ini, lihatlah mereka berdua. Kalau kau merasa tak ada yang merasa mengerti dirimu, lihatlah mereka berdua. Lihatlah sebuah bingkai keindahan dunia. Tak ada yang bisa menggambarkan kebanggaanku diperkenankan menyaksikan pemandangan ini.

Masihkah kau bisa berkata “mereka bukan siapa-siapa ku”. Kemanakah hati lembut itu..yang aku tahu itu milikmu. Kekasih boleh pergi, sahabat boleh tak peduli lagi. Tapi hati yang indah itu tak boleh mati. Berjalan tegak menentang dunia, karena sudah saatnya menjadi dewasa. Kepakkan sayap-sayap indah yang kau punya, terangi dirimu dengan lentera indah yang kau simpan. Atau kupinjami cahaya cinta yang tak mungkin hilang. Aku ada…

Jalani hidup bagai sebuah harmoni..selaras dan mengalun merdu. Lapangkan hatimu, dan percaya di ujung jalan mu akan berakhir indah. Tak perlu menyesali tinta yang telah mengering, karena semua telah terjadi. Dan tak perlu mempertanyakan apalagi menyesalkan sebuah masa depan. Karena bahkan kau tak tau apakah itu akan terjadi. Jalani kehidupanmu hari ini, lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan. Karena di hari inilah kau bisa memperbaiki masa lalumu, dan di hari inilah masa depan bisa kau putuskan. Semua ada ditanganmu. Keputusan ada padamu. Kaulah penentu hidupmu.

Saat kau lelah, letakkan sejenak beban. Tapi jangan lupa untuk bangkit dan berjalan lagi. Ingatlah…tak semua orang bisa kau bahagiakan. Karena kita hanya manusia. Makhluk yang punya segala kelemahan. Jangan merasa bersalah atas hati-hati yang lain, karena kau bahkan hanya punya satu hati. Serahkan pada yang menciptakan hati itu, karena hanya Dia-lah yang berhak atasnya. Penguasa hatimu yang sejati.. Allah…

Kau berhak bahagia..dan saat kau merasa rapuh dan terjatuh. Ingatlah ini.. “kau kuat, lebih dari yang kau tahu

- I miss u so much father.. -
ps
* Judul diambil dari pesan Mubin Dasuki Almarhum (ayahanda tercinta)
** literature buku.. “La Tahzan”
*** Literatur lagu, Spirit by J-rock, Walau Habis Terang by Peterpan, Bunuh Saja by Prisa, Harmoni by Padi.

Minggu, 04 Oktober 2009

Teri Kacang Medan Dari Bukit Tinggi




Sebagai anak kos sejati (hohohoho…). Makanan-makanan untuk penunjang kebutuhan perutlah yang selalu kami nantikan dari para penyantun yang baik hati. Dan semakin special makanan itu, semakin tinggi pulalah penghargaan kami.

Kebetulan salah satu personil dari kos-kosan fa yang lama di Surabaya berasal dari Bukit Tinggi. Dengan marga Nasution dibelakangnya sudah dipastikan bahwa ini anak pasti keturunan orang Medan. Jauhnya kampung halaman kadang memaksa Uni (begitulah kami memanggil Vina kawan kami ini, red-) untuk tak pulang dihari-hari special. Misalnya..lebaran (‘Idul Fitri), ‘Idul Adha, pernikahan saudara, liburan semester…pokonya banyaklah. Yach…semua karena pertimbangan biaya…(rumahku mah deket..Kertosono aja, PP Cuma habis Rp,10.000,00 jika aku gak jajan di kereta. Huhuy..). Oleh karena tak bisa pulang itulah.. Mamak-nya sering kirim dia makanan-makanan yang sangat special..”Rendang dan Teri Kacang Medan”.. (SSsslluurruuuupppp! Ngilerr). Asli bikinan mamak uni yang mak nyusssss….(makasih ya mamak…^_^). Begitu pula hari raya ini, karena uni juga tak bisa pulang lagi ke Bukit Tinggi, maka rendang dan teri kacang Medan-lah yang terbang ke Surabaya. Hohoho…(Wusshhh!!!)
Meski aku udah gak di Surabaya lagi..tapi aku masih tak mau kehilangan kesempatan menikamati makanan ini. Dengan dalih silaturrahim dan ada acara halah bi halal aku berjuang demi mendapatkan si mak nyuss ini (kikikikiks…! Tenang uni…aku sebenarnya juga kangen pada kau kok, tapi memang rendang dan teri kacang medan mamak kau lebih bikin kangen- piss!!!). sampai di Surabaya, aku langsung gerilya..dan mengendus-endus. Hohoho… Meski tak lagi kebagian rendang, tapi untunglah aku kebagian teri kacang medan. FFiuuhhh..!! tak sia-sia perjuanganku duduk di kok pit bus Sumber Kencono dengan no penerbangan W 7600 (lupa plat belakangnyo). Tak lupa pula aku mencomot sedikit untuk kubawa ke Malang. Hehehee… makasih uni..,makasih mamak… ^___^

Itulah cerita indahnya, karena seminggu kemudian kampung halaman uni tengah berduka. Gempa berkekuatan besar telah mengguncang bumi minang dan sekitarnya. Alhamdulillah..keluarga di Bukit Tinggi selamat semua. Namun ketakutan mencekam sampai-sampai Mamak dan yang lain disana tak berani tidur di dalam rumah. YA Allah..lindungi semua kawan, sahabat, dan saudara-saudara kami disana. Semoga diberi ketabahan atas semua keluarga yang terkena bencana.

-tulisan ini juga aku dedikasikan untuk para Sahabat Peterpan dan J-rock’star yang ada disana. Beberapa kawan belum ditemukan..semoga selamat dan masih bisa bersua..meski hanya lewat lagu dan dunia maya-

Amin…..