Minggu, 04 Oktober 2009

Teri Kacang Medan Dari Bukit Tinggi




Sebagai anak kos sejati (hohohoho…). Makanan-makanan untuk penunjang kebutuhan perutlah yang selalu kami nantikan dari para penyantun yang baik hati. Dan semakin special makanan itu, semakin tinggi pulalah penghargaan kami.

Kebetulan salah satu personil dari kos-kosan fa yang lama di Surabaya berasal dari Bukit Tinggi. Dengan marga Nasution dibelakangnya sudah dipastikan bahwa ini anak pasti keturunan orang Medan. Jauhnya kampung halaman kadang memaksa Uni (begitulah kami memanggil Vina kawan kami ini, red-) untuk tak pulang dihari-hari special. Misalnya..lebaran (‘Idul Fitri), ‘Idul Adha, pernikahan saudara, liburan semester…pokonya banyaklah. Yach…semua karena pertimbangan biaya…(rumahku mah deket..Kertosono aja, PP Cuma habis Rp,10.000,00 jika aku gak jajan di kereta. Huhuy..). Oleh karena tak bisa pulang itulah.. Mamak-nya sering kirim dia makanan-makanan yang sangat special..”Rendang dan Teri Kacang Medan”.. (SSsslluurruuuupppp! Ngilerr). Asli bikinan mamak uni yang mak nyusssss….(makasih ya mamak…^_^). Begitu pula hari raya ini, karena uni juga tak bisa pulang lagi ke Bukit Tinggi, maka rendang dan teri kacang Medan-lah yang terbang ke Surabaya. Hohoho…(Wusshhh!!!)
Meski aku udah gak di Surabaya lagi..tapi aku masih tak mau kehilangan kesempatan menikamati makanan ini. Dengan dalih silaturrahim dan ada acara halah bi halal aku berjuang demi mendapatkan si mak nyuss ini (kikikikiks…! Tenang uni…aku sebenarnya juga kangen pada kau kok, tapi memang rendang dan teri kacang medan mamak kau lebih bikin kangen- piss!!!). sampai di Surabaya, aku langsung gerilya..dan mengendus-endus. Hohoho… Meski tak lagi kebagian rendang, tapi untunglah aku kebagian teri kacang medan. FFiuuhhh..!! tak sia-sia perjuanganku duduk di kok pit bus Sumber Kencono dengan no penerbangan W 7600 (lupa plat belakangnyo). Tak lupa pula aku mencomot sedikit untuk kubawa ke Malang. Hehehee… makasih uni..,makasih mamak… ^___^

Itulah cerita indahnya, karena seminggu kemudian kampung halaman uni tengah berduka. Gempa berkekuatan besar telah mengguncang bumi minang dan sekitarnya. Alhamdulillah..keluarga di Bukit Tinggi selamat semua. Namun ketakutan mencekam sampai-sampai Mamak dan yang lain disana tak berani tidur di dalam rumah. YA Allah..lindungi semua kawan, sahabat, dan saudara-saudara kami disana. Semoga diberi ketabahan atas semua keluarga yang terkena bencana.

-tulisan ini juga aku dedikasikan untuk para Sahabat Peterpan dan J-rock’star yang ada disana. Beberapa kawan belum ditemukan..semoga selamat dan masih bisa bersua..meski hanya lewat lagu dan dunia maya-

Amin…..

Rabu, 16 September 2009

Mobil Jelek




Ada sesuatu yang indah dilihat dari dalam sana. Sebuah cerita dengan iringan senandung lucu. Sepasang senyum dan kekuatan kenangan… (weleh…omong opo toh iki).

Iku lah yang ada dalam pikiranku saat mobil (nuwun sewu…) Jelek bobrok ini melintas. Tentu saja menarik perhatian semua orang..bahkan aku yang duduk dalam angkot yang udah gak punya dashboard-nya (bener gak sih iki tulisanku?). Yang empunya keknya enjoy banget gitu…keliatannya sedang berbincang dengan anak kecil disebelahnya. Wooww!!!! Hanya itu yang ada dipikiranku. Iki moncong mobilnya kemana yach??? Si hidung pesek ini meluncur kalem di jalanan padat kota malang.
Aku langsung berpikiran, mobil jelek buanget ini ndak lagi terlihat jelek saat dia melunjur dengan PD-nya disebelah mobil2 keren yang sedang banyak ngetrend sekarang ini. Kayak ada yang kebalik disini… dia-lah pusatnya. Dia lah indahnya…

Belajar dari mobil jelek ini yukk!!… Jadi diri sendiri, PD.. dan orang akan menyukaimu apa adanya. Dan arti nama-ku akan teramanahkan. Yuhuuuu….

Kamis, 10 September 2009

Renungan..

“Setiap yang bernafas akan mati”

Janganlah mencintai makhluk Allah melebihi Allah Sendiri… dan janganlah pengorbananmu untuknya melebihi apa yang kau korbankan untuk Allah. Sungguh pesan ceramah ini telah mengetukku. Apalagi mengingat tambahan dari catatan yang di kasih jum’at kemaren yang secara tidak langsung mengetukku untuk bertanya, “Seberapa dekat aku pada Allah?” Aku sungguh telah merasa hina, merasa sombong sekali selama ini. Bahkan kadang, aku merasa aku tak ingin terlalu banyak minta untuk meminta satu hal yang yang paling kuinginkan. Aku merasa telah menabung amal, menabung permintaan. Seakan-akan aku merasa paling berhak. Aku melupakan hal yang paling penting..bahwa Allah Maha Pengasih. Allah Maha Pemberi. Dan Allah sangat dekat, melebihi urat leherku sendiri. Hingga kini, aku merasa sangat lemah. Kuputuskan untuk menarik diri sejenak dari hal-hal yang membuatku lupa diri, hal yang mengasyikkan aku, hal-hal yang juga kadang membuatku sakit saat melihatnya. Aku langsung merasa sendiri..tak ada siapa pun yang akan mengerti atas semua yang kurasakan. Bahkan orang yang paling akan kuharapkan mengerti, aku juga tak yakin. Tapi hanya ada Satu yang menerima, tanpa protes, tanpa bertanya kenapa? Tanpa membandingkan.. yang juga tidak pernah menyalahkan air mata yang menetes ini, bahkan saat air mata itu bukan untukNya. Yang selalu mendengarkan keluh kesahku tanpa bosan, tanpa berkata “itu lagi…itu lagi…” Tak penah tidak punya waktu untuk mendengarkan curhatku. Tak merasa aku dibagi cintaNya untukku. Tak ada rasa sakit saat dia mengasihi yang lain. Dia lah Allah….Allah..dan Allah..
Kini, aku yakin satu Hal..Allah lah yang tak pernah meninggalkan aku, saat satu persatu orang meninggalkanku. Tak pernah pergi sedetikpun dari hidupku saat kulihat yang lain melangkah pergi. Tak pernah melupakanku saat yang lain tak ingin mengingatku.

Kuputuskan untuk menjalani hidupku apa adanya. Kuusahakan sebisaku, sebaiknya apa yang bisa aku usahakan. Kuberikan apa yang bisa kuberikan. Dan kuserahkan keputusannya hanya kepada Allah. Karena Dia aku ada, karena Dia aku hidup. Kepada Nya aku akan kembali.. maka kuserahkan rasa ini kepada yang menciptakannya. Terimakasih ya Allah.. Atas semua yang ada padaku..

Dan semoga Allah menjadikan segala sesuatu yang kuinginkan menjadi kebahagiaan. Tanpa banyak yang tersakiti. Amin…

-The End-

Purwosari, 10 September 2009

Rabu, 02 September 2009

Untuk Hati Yang Resah

Wahai hati yang sedang resah

Sedikit sandarkan pada sudut malam

Berhenti bertanya dan rasakan

Pejamkan mata dan saksikan

Ini aku.

Tertatih mengikuti setiap langkahmu

Bersama seluruh kerapuhanku

Terluka tanpa merasa

Peluklah asa dan bahagia

Tersenyumlah, beri aku lentera

Aku kan hilang tanpa makna..





Kertosono,28 August 2009
Ramadhan ke tujuh…

Rindu di Ramadhan ini

Romadhon Ya Syahro Romadhon
Kusebut nama Mu di setiap keheninganku
Meratap kerinduanku atas kekasih Mu
Tak henti sesali kesia-siaan seluruh waktuku
Ampuni kehinaanku Ya Robb..
Ampuni kesombonganku
Ampuni kekhilafanku
Ampuni hari..demi hari..dosaku
Atas hati yang merindui selain engkau Ya Robbi
Ampuni.. ampuni..ampuni…
Romadhon Ya Syahro Romadhon
Telah kuterima anugerah tak terkira
Ramadhan ini..
Cukupkan hatiku dengan Mu
Penuhi hatiku dengan merindui Mu
Ikhlaskan hatiku Ya Allah…



Kertosono, ramadhan ke empat..

Rabu, 05 Agustus 2009

For You...

sesuatu jumat hari ini
teringat kata2 mbak ku kemarin, dan mngingat hal-hal terakhir yg terjadi

sepertinya ak memang sedang Kau ingatkan. Atas keterbatasanku dan kengeyelanku slama ini. Saat ak meminta petunjuk dgn menjalankan sunnahMu, Engkau malah memberikanku suatu jalan yang lain. Aku masih ingat salah satu kata2Mu. Bagiku Agamaku, bagimu agamamu. mungkin Engkau mengingatkanku atas sesuatu yang tidak bisa dipaksakan dengan cobaan-cobaan ini. oh Tuhanku, aku tahu Kamu sangat sayang padaku. daridulu setiap apa yang Aku minta selalu Kamu kabulkan, kecuali hal ini. oh Tuhanku, semoga Engkau masih mau memberikan jalan terbaik buat kami, buat makhluk ciptaanMu yang sangat kecil dimataMu. Oh Tuhanku, buatlah hambamu ini tetap selalu dijalanMu dan diridhaiMu. Ya Illahi, terima kasih selalu mendengarkan doa-doaku...

-end-


"tanpa diedit ato ditambahi...Always with u "

Sabtu, 18 April 2009

Hilang diri

Begitu banyak suara
Hingga hanya samar yang tertangkap

Terlalu bising

Terlalu asing

Tak saling memahami

Tak bisa diartikan

Dan aku lelah

Saat masih harus mencari