Rabu, 07 Oktober 2009

“Kau kuat, Lebih dari yang kau tahu”




Pagi ini aku melihatnya lagi ( Flyover Arjosari, Malang 06:43 AM)… pemandangan yang selalu membuatku tersentuh. Kali ini mereka bersenandung sambil mengayun-ayunkan tangan mereka yang bergandengan. Lalu mengecuplah sang anak kepada tangan bapaknya, dan di kecup sayang pula tangan mungil itu oleh bapaknya. Indah…

Kalau kau merasa dunia sedang tak bersahabat saat ini, lihatlah mereka berdua. Kalau kau merasa tak ada yang merasa mengerti dirimu, lihatlah mereka berdua. Lihatlah sebuah bingkai keindahan dunia. Tak ada yang bisa menggambarkan kebanggaanku diperkenankan menyaksikan pemandangan ini.

Masihkah kau bisa berkata “mereka bukan siapa-siapa ku”. Kemanakah hati lembut itu..yang aku tahu itu milikmu. Kekasih boleh pergi, sahabat boleh tak peduli lagi. Tapi hati yang indah itu tak boleh mati. Berjalan tegak menentang dunia, karena sudah saatnya menjadi dewasa. Kepakkan sayap-sayap indah yang kau punya, terangi dirimu dengan lentera indah yang kau simpan. Atau kupinjami cahaya cinta yang tak mungkin hilang. Aku ada…

Jalani hidup bagai sebuah harmoni..selaras dan mengalun merdu. Lapangkan hatimu, dan percaya di ujung jalan mu akan berakhir indah. Tak perlu menyesali tinta yang telah mengering, karena semua telah terjadi. Dan tak perlu mempertanyakan apalagi menyesalkan sebuah masa depan. Karena bahkan kau tak tau apakah itu akan terjadi. Jalani kehidupanmu hari ini, lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan. Karena di hari inilah kau bisa memperbaiki masa lalumu, dan di hari inilah masa depan bisa kau putuskan. Semua ada ditanganmu. Keputusan ada padamu. Kaulah penentu hidupmu.

Saat kau lelah, letakkan sejenak beban. Tapi jangan lupa untuk bangkit dan berjalan lagi. Ingatlah…tak semua orang bisa kau bahagiakan. Karena kita hanya manusia. Makhluk yang punya segala kelemahan. Jangan merasa bersalah atas hati-hati yang lain, karena kau bahkan hanya punya satu hati. Serahkan pada yang menciptakan hati itu, karena hanya Dia-lah yang berhak atasnya. Penguasa hatimu yang sejati.. Allah…

Kau berhak bahagia..dan saat kau merasa rapuh dan terjatuh. Ingatlah ini.. “kau kuat, lebih dari yang kau tahu

- I miss u so much father.. -
ps
* Judul diambil dari pesan Mubin Dasuki Almarhum (ayahanda tercinta)
** literature buku.. “La Tahzan”
*** Literatur lagu, Spirit by J-rock, Walau Habis Terang by Peterpan, Bunuh Saja by Prisa, Harmoni by Padi.

7 komentar:

adian mengatakan...

Pagi merekah bagaikan bunga yang baru mekar dari kuncupnya, sedangkan sang malam yang sayup-senyap mulai menanggalkan jubah hitamnya. Waktu hanyalah bagaikan air sungai yang mengalir yang trus mengikuti arus kehidupan, yang tak kan berhenti walaupun hanya sesaat.

Kehidupan hanyalah terdiri dari menit dan detik, kehidupan hanya terdiri dari siang dan malam yang tersusun dari hembusan-hembusan nafas kehidupan, kehidupan adalah anak sungai yang mengalir terus tanpa henti, yang kadang jernih dan juga kadang kotor.

Erikson mengatakan...

EW tinggal speechless aja lagi AD, g bs komen apa2 lagi, saking bagusnya, terima kasih AD...

Fly^Pucino mengatakan...

@ Andra.. hehe...meski aku gak menangkap arah komenmu (lagi dudul soale), tapi thanks udah mampir... welcome to FP..

Fly^Pucino mengatakan...

@ EW.., MAkasih EW.. hehehehe...(malu)

Anonim mengatakan...

hmm sama kek komen si erik, bagus penggalan2 kata2 dan maksudnya, hehehe keren

Fly^Pucino mengatakan...

mmmhh... makasih.. (hihihi..)

cafe baca mengatakan...

ku lihat seorang gadis
duduk sendiri terdiam dipinggir jalan
tertunduk layu penuh arti
ku tegur sapa padanya. dia hanya diam
ku duduk disampinganya. dia hanya diam
ketika ku didekatnya aku pun menjadi diam

mengamati sang gadis,
mencari..
kutemukan!!
ada secarik kertas di bawah kakinya yang lebam
dengan sepatu lusuh penuh debu
hendak kemanakah dia pergi?