
Pagi ini aku melihatnya lagi ( Flyover Arjosari, Malang 06:43 AM)… pemandangan yang selalu membuatku tersentuh. Kali ini mereka bersenandung sambil mengayun-ayunkan tangan mereka yang bergandengan. Lalu mengecuplah sang anak kepada tangan bapaknya, dan di kecup sayang pula tangan mungil itu oleh bapaknya. Indah…
Kalau kau merasa dunia sedang tak bersahabat saat ini, lihatlah mereka berdua. Kalau kau merasa tak ada yang merasa mengerti dirimu, lihatlah mereka berdua. Lihatlah sebuah bingkai keindahan dunia. Tak ada yang bisa menggambarkan kebanggaanku diperkenankan menyaksikan pemandangan ini.
Masihkah kau bisa berkata “mereka bukan siapa-siapa ku”. Kemanakah hati lembut itu..yang aku tahu itu milikmu. Kekasih boleh pergi, sahabat boleh tak peduli lagi. Tapi hati yang indah itu tak boleh mati. Berjalan tegak menentang dunia, karena sudah saatnya menjadi dewasa. Kepakkan sayap-sayap indah yang kau punya, terangi dirimu dengan lentera indah yang kau simpan. Atau kupinjami cahaya cinta yang tak mungkin hilang. Aku ada…
Jalani hidup bagai sebuah harmoni..selaras dan mengalun merdu. Lapangkan hatimu, dan percaya di ujung jalan mu akan berakhir indah. Tak perlu menyesali tinta yang telah mengering, karena semua telah terjadi. Dan tak perlu mempertanyakan apalagi menyesalkan sebuah masa depan. Karena bahkan kau tak tau apakah itu akan terjadi. Jalani kehidupanmu hari ini, lakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan. Karena di hari inilah kau bisa memperbaiki masa lalumu, dan di hari inilah masa depan bisa kau putuskan. Semua ada ditanganmu. Keputusan ada padamu. Kaulah penentu hidupmu.
Saat kau lelah, letakkan sejenak beban. Tapi jangan lupa untuk bangkit dan berjalan lagi. Ingatlah…tak semua orang bisa kau bahagiakan. Karena kita hanya manusia. Makhluk yang punya segala kelemahan. Jangan merasa bersalah atas hati-hati yang lain, karena kau bahkan hanya punya satu hati. Serahkan pada yang menciptakan hati itu, karena hanya Dia-lah yang berhak atasnya. Penguasa hatimu yang sejati.. Allah…
Kau berhak bahagia..dan saat kau merasa rapuh dan terjatuh. Ingatlah ini.. “kau kuat, lebih dari yang kau tahu”
- I miss u so much father.. -
ps
* Judul diambil dari pesan Mubin Dasuki Almarhum (ayahanda tercinta)
** literature buku.. “La Tahzan”
*** Literatur lagu, Spirit by J-rock, Walau Habis Terang by Peterpan, Bunuh Saja by Prisa, Harmoni by Padi.



